Wahyu Diduga Belum Tersentuh Hukum, APH Dinilai Lemah dalam Terapkan Aturan

MUBA, lintaspost.co.id,,- Penyalahgunaan Izin dan lemahnya penegakkan hukum aparat kini menyebabkan kerusakan Hutan Kawasan di Kecamatan Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin.

“Wahyu” sang oknum mafia tanah asal Desa Keban I menguasai Hutan Kawasan di Kecamatan Batanghari Leko dengan modal Izin Perkebunan dialihkan fungsikan menjadi pengeboran sumur minyak secara Ilegal.

Hutan Kawasan yang dimaksud adalah eks lahan yang dikelola sebelumnya oleh PT Pakrin.

Puluhan hektar Hutan Kawasan dikuasai dengan bebas oleh “Wahyu”, namun Aparat Penegak Hukum terkesan bungkam.

DPC Pro Jurnalismedia Siber Kabupaten Musi Banyuasin mengecam keras aksi penyalahgunaan izin yang dilakukan “Wahyu”

Dalam pernyataannya, Ketua PJS Muba Riyansyah Putra SH CMSP mengungkapkan kekecewaannya atas pembiaran yang dilakukan Aparat Penegak Hukum Kabupaten Musi Banyuasin.

“Tak tersentuhnya “Wahyu” ini atas pelanggaran hukum yang dilakukan menunjukkan kesan bahwa APH benar-benar tunduk terhadap mafia tanah tersebut.secara garis besar, APH telah lemah dalan menegakkan aturan sehingga dengan mudahnya dilanggar,”ujarnya.

Tidak berkutiknya APH akan penyebab hancurnya Hutan Kawasan dan potensi besar kerusakan lingkungan di Kecamatan Batanghari Leko.

Selain itu, aksi Illegal Drilling yang menjamur di Hutam Kawasan juga menyingkap kepalsuan dari sosialisasi larangan Illegal Drilling APH yang ternyata kegiatan seremonial semata.

Lebih lanjut, ia menegaskan akan melaporkan kinerja gagal Aparat di Muba dan penyalahgunaan izin serta pelanggaran hukum yang dilakukan “Wahyu”.

“Setelah ini jika tidak ada komitmen serius dari Polsek Batanghari Leko dan Polrea Muba untuk mengeluarkan sanksi tegas, maka kami akan mendesak Polda Sumsel segera mengevaluasi para pejabat struktural dilingkup penegak hukum tersebut dan melaporkan oknum mafia tanah sekaligus mafia Illegal Drilling ini ke tingkat lebih tinggi.tidak ada toleransi bagi pelaku kerusakan yang membahayakan hajat hidup orang banyak dan jeruji besi akan jadi tujuan akhir kami untuk “Wahyu”,”pungkasnya.

( Frengki )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *