lintaspost.co.id,,MUSI BANYUASIN – Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Musi Banyuasin (GERAMM) resmi melayangkan surat darurat kepada Presiden RI, H. Prabowo Subianto, Rabu (28/01/2026). Langkah ini diambil menyusul kondisi Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera ruas Muba-Mura yang kian hancur dan mengancam nyawa pengguna jalan.
Koordinator GERAMM, Redi Gustro, S.H., menegaskan bahwa rakyat Muba sudah habis kesabaran dengan janji-janji perbaikan yang hanya bersifat “kosmetik”.
”Jalan ini urat nadi ekonomi, tapi dibiarkan menjadi ‘jalur maut’. Kami tidak butuh tambal sulam yang hancur dalam hitungan minggu. Kami butuh perbaikan permanen dengan beton (rigid)!” tegas Redi.
Sementara itu, M. Lekat Gonzales, Koordinator Lapangan yang dikenal vokal memperjuangkan jalan nasional selama puluhan tahun, menyatakan akan di adakan aksi massa di Desa Sugi Waras adalah bentuk mosi tidak percaya rakyat terhadap otoritas teknis di lapangan.
Intervensi Langsung Presiden: Meminta Presiden memerintahkan Kementerian PU segera turun tangan tanpa birokrasi yang berbelit.
Stop Tambal Sulam:
Menuntut pengalihan anggaran ke pembangunan jalan beton (rigid) yang lebih tahan lama.
Keadilan Infrastruktur: Rakyat Muba menolak dianaktirikan dalam pembangunan infrastruktur nasional.
”Kami menunggu jawaban nyata. Jika tidak ada tindakan, gelombang massa akan terus membesar karena ini menyangkut nyawa dan perut rakyat,” pungkas Lekat Gonzales.
( Frengki )














