Sumur Minyak Ilegal kembali Membara, Berulang Kali Kasus Mandek Hingga Gakum yang Gagal, Kapolsek Keluang Dituntut Dicopot

MUBA, lintaspost.co.id,,- Praktik Illegal Drilling yang menjamur di Musi Banyuasin kini berakibat fatal, sebuah sumur minyak Ilegal kembali terbakar di Kecamatan Keluang, Selasa Malam (31/03/2026.

*Keterangan Narasumber Hingga Pemilik*

Menurut informasi narasumber terpercaya yang enggan diungkapkan identitasnya menyampaikan kepada awak media terkait kronologis hingga pemilik sumur minyak yang terbakar di Kecamatan Keluang tersebut.

“Simpang 4 kobra 1 Hindoli sumur minyak milik Edi dan waktu kejadian pukul 20:02 Wib,”ungkapnya.

*Penegakkan Hukum yang Tumpul Hingga Dugaan Aliran Dana Mafia Minyak*

Sorotan tajam kini tertuju pada Polsek Keluang.berulang kali kasus kebakaran baik sumur minyak Ilegal hingga penyulingan minyak Ilegal satupun tidak mampu diatasi oleh Kapolsek Keluang.

Kasus-kasus kebakaran tersebut seolah dibuat mandek dan menunjukkan pertanda bahwa aroma kuat adanya suap tutup perkara yang diterima oleh Kapolsek Keluang beserta Jajaran dari para mafia minyak dan pemilik sumur terbakar.

*Janji dan Komitmen APH yang Terkesan Bualan serta Omong Kosong*

Beberapa kali Polda Sumsel menggaungkan Zero Toleransi Illegal Drilling dan Illegal Refinery diwilayah Provinsi Sumatera Selatan namun faktanya aktifitas Ilegal ini justru malah semakin menjamur seperti contoh di Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin.

Zero Toleransi terkesan jadi topik gertakan lisan tapi tidak menunjukkan praktik dilapangan.hingga saat ini belum ada bukti penertiban Illegal Drilling dan Illegal Refinery di Musi Banyuasin bahkan penegakkan hukum masih jauh dari kata transparan.

*Desakan Pencopotan Kapolsek Keluang beserta Jajaran*

Puluhan kasus yang mandeknya menjadi contoh dari kinerja yang gagal.kasus terbakarnya sumur minyak pada hari ini diprediksi bakal menjadi kasus yang mandek seperti yang telah lewat.

Publik kini menuntut Kapolda Sumsel tidak hanya duduk disinggasana tetapi terjun langsung dan monitor kinerja bawahan yang rapuh serta jauh dari persentase kepuasan masyarakat.

Bukan hanya keluhan, masyarakat justru menuntut Kapolda Sumsel mengganti para perwira yang gagal dalam tugas menjaga kondusifitas wilayah seperti Kapolsek Keluang hingga Jajaran kebawah.

( Frengki )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *