MUBA, lintaspost.co.id,– Proses Seleksi JPT Posisi Sekretaris Daerah Musi Banyuasin oleh Panitia Seleksi diduga tidak berlangsung transparan dan jauh dari keterbukaan informasi publik.
Hal ini disoroti DPC Pro Jurnaslimedia Siber Musi Banyuasin.Ketua PJS Muba Riyansyah Putra SH CMSP menyebutkan bahwa seleksi yang berjalan untuk posisi Sekda Muba justru tidak mencerminkan keterbukaan.
“Proses lelang jabatan seperti ini harusnya dilakukan secara transparan dan terbuka untuk menghindari adanya praktik suap dan korupsi yang melibatkan pejabat yang mendaftar dan panitia seleksi,”ujarnya.
Ruang gelap seleksi JPT Sekretaris Daerah Musi Banyuasin diduga dipenuhi ketertutupan dan memperkuat adanya praktik transaksional.
Open Bidding JPT tidak diterapkan sepenuhnya dalam proses lelang jabatan Sekretaris Daerah Musi Banyuasin.
“Seleksi Sekda Muba saat ini tidak menunjukkan transparansi, hal ini dibuktikan dengan proses perkembangan seleksi yang tidak diumumkan ke publik.kondisi ini memperkuat ruang gelap adanya proses suap -menyuap alias transaksional,”jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendesak panitia seleksi segera mengumumkan hasil lelang jabatan Sekda Muba ke masyarakat.
“Kalau benar memegang teguh transparansi dan tidak ada proses lobby dan transaksional maka umumkan bagaimana hasil seleksi yang dilakukan.apabila tidak diumumkan artinya proses seleksi yang digelar cacat prosedural dan harus diulang kembali,”pungkasnya.
( Frengki )













