MUBA, lintaspost.co.id,,- Populasi jumlah Wartawan di Kabupaten Musi Banyuasin kian meningkat seiring berjalannya waktu bahkan hingga mencapai ratusan orang. Jumlah tersebut mencakup media online, televisi, surat kabar dan lainnya.
Dalam kurun waktu tiap tahunnya jumlah Wartawan di Kabupaten Musi Banyuasin terus meningkat hingga tak terkendali.namun jumlah ini justru tak sebanding dengan keberadaan Wartawan yang bersertifikasi jelas.
Fenomena ini tentunya sangat menarik perhatian masyarakat terutama bagi para Pejabat dan Instansi Pemerintahan.
Riyansyah Putra,S.H.,CMSP yang merupakan Ketua salah satu Organisasi Profesi Wartawan yakni DPC Pro Jurnalismedia Siber Kabupaten Musi Banyuasin menyampaikan, bahwa keberadaan Wartawan yang bersertifikasi seakan tertutupi oleh para oknum yang mengaku Wartawan.
“Kami sebagai salah satu Wartawan yang Kompeten dan tercantum pada Dewan Pers sangat resah atas banyaknya jumlah Wartawan di Kabupaten Musi Banyuasin.sementara itu sangat minim Wartawan yang benar-benar menghasilkan produk jurnalistik,” ungkapnya.
Ia mengatakan, dampak banyaknya Wartawan yang tidak jelas sertifikasi dan Kompetensi menimbulkan opini buruk di masyarakat.
“Masyarakat hingga Pejabat Publik dari Instansi Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin bahkan ada yang mengeluhkan keberadaan ratusan Wartawan terssbut. Perspektif mereka Wartawan terkadang kebanyakan menyajikan produk jurnalistik yang tidak berimbang dan sangat merugikan mereka,” katanya.
Disisi lain, status Wartawan selalu diragukan oleh masyarakat karena akibat dari oknum yang mengaku Wartawan namun dalam konsep penyajian informasi tidak mencerminkan Wartawan yang berpedoman pada aturan.
“Bukti seorang yang benar Wartawan adalah bagaimana mereka mengimplementasikan isi Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Sekarang di Muba sedikit sekali Wartawan yang mampu membuat berita yang seimbang dan akurat,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengingatkan kepada masyarakat dan Instansi Pemerintahan agar bisa membedakan posisi Wartawan Kompeten dan Tidak Kompeten.
“Mereka harus tau bahwa Wartawan yang Kompeten merupakan hasil pembinaan dan pengembangan dari Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Wartawan dari UKW memilik pengetahuan yang mendalam dan memahami artian jurnalis seutuhnya. Sedangkan Wartawan Tidak Kompeten benar bisa menghasilkan berita namun tidak sama sekali paham terhadap poin dan isi pemberitaan yang dihasilkan. Kedepan kami harap baik masyarakat dan Pejabat Instansi Muba mampu membedakan hal ini,” tutupnya.
( F )














