MUBA, lintaspost.co.id,,Poskita.id — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Musi Banyuasin menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Koordinasi Bersama Stakeholder Eksternal pada 15-16 November 2025 di Hotel Ranggonang Sekayu.
Kegiatan ini bertujuan membangun sinergi antara Bawaslu, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, dan media menjelang tahapan pemilu mendatang.
Komisioner Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Koordinator Divisi SDM, Ardianto, mengatakan kegiatan ini penting untuk memperkuat kelembagaan Bawaslu, khususnya saat memasuki tahapan pemilu yang semakin erat bergantung pada penggunaan teknologi informasi.
“Penguatan ini dilakukan agar saat tahapan dimulai nanti, Bawaslu tidak perlu lagi beradaptasi dari awal. Hubungan dengan pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, tokoh masyarakat, organisasi, hingga media harus sudah terbangun,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa media memiliki peranan strategis, terlebih Bawaslu kini diwajibkan mengembangkan kanal medianya sendiri di dalam sistem PPIB. “Program ini baru tahap awal. Ke depan akan ada sekolah pengawasan dari Bawaslu, yang terdiri dari 10 kelas bagi masyarakat untuk mempelajari bagaimana Bawaslu bekerja dalam setiap tahapan pemilu,” tambahnya.
Program pendidikan pengawasan tersebut merupakan inisiatif nasional yang akan diterapkan hingga tingkat kabupaten/kota, dengan setiap provinsi mempresentasikan 10 klaster pembelajaran yang telah ditetapkan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Muba, Beri Pirmansa, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 42 peserta yang terdiri dari unsur internal Bawaslu, organisasi media, dan organisasi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi upaya nyata membangun sinergi dengan masyarakat. “Bawaslu bersama rakyat mengawasi pemilu. Harapan kami, melalui kegiatan ini terjalin sinergi yang kuat antara Bawaslu dan masyarakat untuk menciptakan demokrasi yang berintegritas,” ujarnya.
Beri juga menegaskan bahwa Bawaslu Muba terus melakukan pengawasan pada pemutakhiran data pemilih melalui kegiatan uji petik coklit faktual dan pemutakhiran DPT berkelanjutan. Pengawasan ini dilakukan sepanjang tahun untuk memastikan data pemilih selalu akurat sesuai dinamika penduduk.
“Setiap tahun ada penduduk yang memasuki usia pemilih dan ada yang meninggal dunia. Karena itu pembaruan data pemilih tidak bisa hanya dilakukan pada tahun pemilu. Kami bekerja terus menerus memastikan kualitas DPT,” jelasnya.
Ia berharap media menjadi mitra yang aktif dalam menyampaikan informasi benar kepada publik, mengingat banyak evaluasi pemilu 2024 yang menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan pemilu ke depan.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Mata masyarakat adalah mata kami. Bersama rakyat, kita wujudkan pemilu yang jujur, bersih, dan berintegritas,” pungkasnya.
Kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Koordinasi Bersama Stakeholder Eksternal yang dilaksanakan selama dua hari tersebut menghadirkan dua pemateri sekaligus, yakni pemateri dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Musi Banyuasin, serta pemateri utama yakni dari Komisi II DPR RI Dr H M Giri Ramanda Kiemas SE MM.
( F )














